Patricia Andini

Permainan yang Mencerdaskan


Patricia Andini
Lahir di Bandung, 21 Februari 2003
Kelas V SD Kuntum Cemerlang, Bandung

Hore… Saatnya bermain! Itu adalah kesenanganku. Karena itu, ketika ada ajang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA), aku menciptakan alat untuk bermain berupa tepung playdough. 

Playdough adalah mainan sejenis plastisin dari tepung yang dapat dibuat menjadi bentuk yang diinginkan. Playdough dapat dibentuk menjadi pesawat, mobil, atau bermain rumah-rumahan, seperti tempat tidur, kursi, dan boneka. Menyenangkan, bukan?

Tepung Untuk Bermain


Awalnya, ketika aku dan Bu Suci, guru sains di sekolah pergi outing, aku dan teman-teman dikenalkan dengan tanaman bakau. Ternyata tanaman bakau tersebut ada buahnya yang dapat dijadikan tepung. 

Karena senang bermain, aku memikirkan bagaimana kalau tepung itu dibuat mainan ya? Bersama Bu Suci, aku membuat tepung dari buah bakau untuk dijadikan mainan playdough. Senangnya, karyaku dan Bu Suci menang di lomba KJSA 2013 lalu.

Ilmuwan Pencipta Mainan 

Bagiku, sains itu adalah sebuah permainan. Ketika besar nanti aku ingin menjadi scientist atau ilmuwan yang menciptakan alat yang bisa digunakan untuk bermain. Tentu saja mainan yang baik dan mencerdaskan untuk anak-anak.

Selain menyenangi sains, aku juga senang bernyanyi, main piano, mewarnai, dan bermain boneka lego. Sama dengan hal-hal  yang disenangi anak-anak lainnya. Oh ya, aku juga senang pelajaran komputer. Di sekolah program yang digunakan adalah Corel Draw. Aku membuat gambar dan bentuk seperti kartu undangan yang dihias, poster, dan boks. 

Selain itu, aku juga senang ikut kegiatan intrakurikuler robotik. Aku bisa merakit dan bermain dengan membuat robot yang bisa bersuara, bergerak, dan bercahaya. Tentu saja bentuknya masih sederhana.

Dijuluki Margaret Thatcer

Di sekolah aku dijuluki Margaret Thatcher, perdana menteri Inggris yang tegas, keras, dan disiplin. Ini karena aku sering mengingatkan teman-teman agar mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu guru. Bahkan aku juga pasti mengingatkan ibu guru jika dia lupa ada tugas yang diberikan. Karena kita sudah berkomitmen untuk mengerjakan tugas bukan?